Seorang wanita bernama Juwanah alias Julia (25) tewas dihabisi sopir kantor. Jasad korban ditemukan tinggal kerangka di Kelurahan Loa Lepu, Kilometer 8, Jalan Trans Samarinda Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Jumat (23/9/2021). Pelaku nekat membunuh karena ingin menguasai harta benda milik korban.
Saat melancarkan aksi jahatnya, pelaku sempat mendapatkan perlawanan dari korban. Korban sempat menendang, namun tendangan itu mengenai kaca mobil. Juwanah memberontak ketika pelaku Rendi yang tak lain seorang sopir di perusahaan tempat korban bekerja, mencoba memiting untuk menghujamkan pisau.
Hingga Juwanah menendang kaca depan pintu mobil yang kemudian retak. "Sarana yang digunakan itu adalah mobil perusahaan yang sudah kami jadikan barang bukti juga." "Korban sempat memberikan perlawanan dengan cara menendang (namun terkena kaca depan mobil)," beber Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Waka Polresta Samarinda AKBP Eko Budiarto, Senin (27/9/2021) hari ini.
Sementara pelaku saat ditanya apa alasannya kepada pihak perusahaan tempatnya bekerja setelah melihat kaca depan mobil yang retak, mengaku bahwa terkena serpihan atau pecahan batu. Alasan tersebut diakui pelaku Rendi untuk mengelabui pihak perusahaan agar aksi jahatnya tidak diketahui. "Ya jadi saya bilang saat ditanya (pimpinan), kalau itu (kaca mobil yang retak) kena pecahan batu saat mengemudi," ujar pelaku Rendi.
Selain dihantui rasa bersalah usai melakukan aksi keji kepada Juwanah, perempuan berparas cantik asal Muara Ancalong, Kutim, yang tak lain rekan kerjanya, pelaku juga mengungkapkan sempat dihantui korban. Terhitung dua kali saat pelaku Rendi tengah tertidur, dia merasa Juwanah mendatanginya. Perasaan tak biasa ini dirasakannya, lantaran meninggalkan begitu saja jasad perempuan cantik ini di kawasan Jongkang, Jalan Eks Projakal, Kelurahan Loa Lepu, Kilometer 8, Jalan Trans Samarinda Kutai Kartanegara.
Hingga akhirnya pelaku Rendi sendiri yang menunjukkan kepada pihak kepolisian pada Jumat (24/9/2021) dini hari sekira pukul 03.00 WITA saat dia sudah tertangkap. "Pernah (merasa) didatangi dua kali dirumah saat saya tidur," ucap Rendi memberi pengakuan. Dia juga sempat mengutarakan permohonan maaf atas perbuatan keji yang sudah dia lakukan terhadap Juwanah dihadapan awak media.
"Saya menyesal, saya sampaikan mohon maaf atas segala yang telah saya perbuat," ungkap pelaku Rendi dibalik penutup wajah berwarna hitam.